Leave a comment

Chitosan Sebagai Pengganti Formalin, Bahan Pengawet Alami

Pengganti Formalin
Lebih lanjut, Dr. Setiawan menguraikan khasiat butylosar, yakni meningkatkan fungsi pembunuh sel kanker. Dalam sebuah riset antitumor, katanya, butylosar mempunyai daya penekan terhadap penyebaran sel tumor sekaligus merangsang kemampuan kekebalan tubuh serta mendorong tumbuhnya sel T limpa dari pankreas.

“Bahaya kanker terletak pada kemungkinan peralihannya. Kemampuan zat butylosar dalam menekan sifat peralihan sudah diakui oleh ilmuwan biologi di berbagai negara melalui cara yang berbeda-beda. Selain itu, dalam pemakaiannya terhadap pasien memperlihatkan keberhasilan yang cukup tinggi,” kata Dr. Setiawan.

Butylosar mempunyai kemampuan menempel pada molekul sel di permukaan bagian dalam pembuluh darah. Kondisi ini mencegah sel tumor menempel pada sel permukaan pembuluh darah, artinya mencegah perembesan jaringan kanker ke daerah sekitar.

Butylosar dapat juga mengurangi penyerapan tubuh terhadap ion-ion klor. Zat ini meningkatkan fungsi pembesaran pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah.

Sejak tahun 2004, menurut DR. Linawati, Departemen THP telah melakukan uji aplikasi zat kerak pada beberapa produk ikan asin, seperti jambal roti, teri, dan cumi. Dalam berbagai konsentrasi, chitosan dilarutkan dalam asam asetat, kemudian ikan asin yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dan ditiriskan.

Hasilnya, pada konsentrasi 1,5 persen saja penggunaan chitosan dapat menyamai pemakaian formalin yang merupakan bahan berbahaya. Indikasinya, lalat yang hinggap lebih sedikit, penampakannya lebih baik daripada ikan asin kontrol (tanpa formalin dan chitosan) maupun ikan asin dengan formalin.

Pemakaian chitosan sebagai bahan pengawet juga tidak menimbulkan perubahan warna dan aroma. Setengah berpromosi, DR. Linawati membandingkan segi ekonomis penggunaan chitosan dibanding formalin. Untuk 100 kg ikan asin diperlukan satu liter chitosan seharga Rp 12.000, sedangkan formalin Rp 16.000.

Dr. Setiawan menambahkan, untuk pengobatan, dosis yang dianjurkan 2 x 2 kapsul per hari diminum dengan air hangat. Bila diminum bersama produk lain, beri jarak waktu 1 jam karena sifatnya yang mengikat. Ia mengingatkan, chitosan tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak

Sumber : http://www.kompas.com (Kamis 10 Januari 2008)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: